Apa yang Dilakukan Jika Validator Memberikan Pendapat Berbeda?
Apa yang dilakukan jika validator memberikan pendapat berbeda? Situasi ini cukup sering terjadi dalam proses expert judgement. Seorang validator mungkin menyarankan agar suatu butir dihapus, sementara validator lain justru menyarankan agar butir tersebut dipertahankan atau diperbaiki. Perbedaan pendapat seperti ini sering membuat mahasiswa bingung menentukan langkah yang harus diambil.
Padahal, perbedaan pendapat bukan berarti proses expert judgement gagal. Sebaliknya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa setiap validator memberikan penilaian berdasarkan keahlian, pengalaman, dan sudut pandang profesionalnya. Oleh karena itu, peneliti perlu menyikapi setiap masukan secara objektif dan sistematis.
Apa yang Dilakukan Jika Validator Memberikan Pendapat Berbeda karena Sudut Pandang Berbeda?
Apa yang dilakukan jika validator memberikan pendapat berbeda dapat dijawab dengan memahami penyebabnya terlebih dahulu.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan perbedaan penilaian antara validator meliputi:
- fokus keahlian yang berbeda;
- pengalaman penelitian yang tidak sama;
- cara memahami indikator penelitian;
- pendekatan terhadap teori tertentu; serta
- pertimbangan praktis dalam penyusunan instrumen.
Dengan demikian, perbedaan masukan merupakan hal yang wajar dalam proses validasi isi instrumen.
Apa yang Dilakukan Jika Validator Memberikan Pendapat Berbeda pada Instrumen?
Ketika menerima masukan yang berbeda, hindari langsung mengikuti salah satu validator tanpa melakukan analisis.
Sebaliknya, baca seluruh komentar secara menyeluruh. Selanjutnya, identifikasi bagian mana yang benar-benar bertentangan dan bagian mana yang sebenarnya masih dapat dipadukan.
Langkah ini membantu Anda mengambil keputusan yang lebih objektif.
Kembalikan pada Tujuan Penelitian
Instrumen penelitian dibuat untuk mengukur variabel tertentu.
Karena itu, setiap keputusan sebaiknya mengacu pada:
- tujuan penelitian;
- definisi operasional variabel;
- indikator yang telah disusun; dan
- teori yang menjadi dasar penelitian.
Jika suatu saran lebih sesuai dengan tujuan penelitian, Anda dapat mempertimbangkannya sebagai dasar revisi.
Baca Juga: Contoh Surat Permohonan Expert Judgement untuk Mahasiswa
Gunakan Literatur untuk Menyikapi Pendapat Validator yang Berbeda
Jangan hanya mengandalkan pendapat validator.
Selain itu, periksa kembali buku, jurnal ilmiah, atau teori yang menjadi dasar penyusunan instrumen. Literatur dapat membantu Anda menentukan apakah suatu indikator memang perlu dipertahankan, direvisi, atau dihapus.
Dengan cara ini, keputusan revisi memiliki dasar ilmiah yang lebih kuat.
Diskusikan dengan Dosen Pembimbing
Apabila perbedaan pendapat cukup signifikan, konsultasikan hasil expert judgement kepada dosen pembimbing.
Dosen pembimbing dapat membantu Anda:
- membandingkan setiap masukan;
- menilai kesesuaiannya dengan penelitian;
- menentukan prioritas revisi; dan
- memberikan arahan sebelum instrumen digunakan.
Oleh sebab itu, jangan ragu berdiskusi apabila Anda merasa kesulitan mengambil keputusan.
Dokumentasikan Alasan Revisi
Setiap perubahan yang Anda lakukan sebaiknya memiliki alasan yang jelas.
Misalnya, buat tabel yang berisi:
| Masukan Validator | Keputusan Peneliti | Alasan |
|---|---|---|
| Memperbaiki redaksi | Direvisi | Kalimat menjadi lebih jelas |
| Menghapus item | Tidak dilakukan | Indikator tetap diperlukan berdasarkan teori |
Dokumentasi tersebut memudahkan Anda menjelaskan proses revisi apabila dosen pembimbing atau penguji meminta penjelasan.
Baca Juga: Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Expert Judgement
Apakah Semua Pendapat Validator Harus Diikuti?
Sebagian mahasiswa mengira bahwa seluruh saran validator wajib diterapkan.
Padahal, peneliti tetap memiliki tanggung jawab akademik untuk mempertimbangkan setiap masukan secara kritis.
Namun, apabila Anda memutuskan tidak mengikuti suatu saran, pastikan keputusan tersebut memiliki alasan yang didukung oleh teori atau pertimbangan metodologis yang jelas.
Hindari Menggabungkan Semua Saran Tanpa Pertimbangan
Keinginan untuk mengakomodasi semua masukan terkadang justru membuat instrumen menjadi kurang konsisten.
Akibatnya, indikator dapat berubah dari tujuan awal penelitian.
Karena itu, pilih revisi yang benar-benar memperkuat kualitas instrumen, bukan sekadar memenuhi semua saran.
Setelah Validator Memberikan Pendapat Berbeda, Apa Langkah Berikutnya?
Setelah menyelesaikan revisi, baca kembali seluruh instrumen secara menyeluruh.
Pastikan bahwa:
- setiap indikator tetap terwakili;
- tidak ada butir yang bertentangan;
- redaksi sudah konsisten;
- penomoran item tetap sesuai; dan
- kisi-kisi masih selaras dengan instrumen.
Langkah ini membantu memastikan bahwa hasil revisi tetap mempertahankan kualitas instrumen.
Layanan Expert Judgement Online dari Sanara
Sanara menyediakan layanan expert judgement online untuk mahasiswa dari seluruh Indonesia. Selain memberikan penilaian terhadap instrumen, validator juga menyampaikan masukan secara sistematis sehingga peneliti lebih mudah memahami alasan di balik setiap rekomendasi.
Apabila terdapat beberapa masukan yang perlu dipertimbangkan, Anda tetap dapat mendiskusikannya dengan dosen pembimbing agar revisi sesuai dengan tujuan penelitian.
Baca Juga: Jasa Expert Judgement Online untuk Mahasiswa Seluruh Indonesia
Apa yang dilakukan jika validator memberikan pendapat berbeda? Jangan terburu-buru memilih salah satu pendapat. Sebaliknya, pelajari seluruh masukan, bandingkan dengan teori, sesuaikan dengan tujuan penelitian, dan diskusikan dengan dosen pembimbing apabila diperlukan.
Perbedaan pendapat bukanlah hambatan dalam proses expert judgement. Justru, jika Anda mengelolanya dengan baik, berbagai sudut pandang tersebut dapat membantu menghasilkan instrumen penelitian yang lebih kuat, jelas, dan sesuai dengan landasan ilmiah.



