Cara Menyusun Modul Intervensi untuk Penelitian Eksperimen
Cara menyusun modul intervensi untuk penelitian eksperimen perlu mengikuti tujuan penelitian dan karakteristik peserta. Modul juga harus memiliki alur yang jelas agar peneliti dapat memberikan perlakuan secara konsisten.
Modul intervensi bukan sekadar kumpulan materi. Setiap sesi perlu memiliki tujuan, aktivitas, dan langkah pelaksanaan yang saling berkaitan.
Baca Juga: Expert Judgement Modul Intervensi Penelitian Eksperimen
Apa Itu Modul Intervensi?
Modul intervensi adalah panduan yang membantu peneliti memberikan perlakuan kepada peserta penelitian.
Modul biasanya memuat materi, aktivitas, instruksi, durasi, serta langkah kegiatan dalam setiap sesi. Dengan modul yang terstruktur, peneliti dapat menjalankan intervensi sesuai rancangan penelitian.
Baca juga: Contoh Surat Permohonan Expert Judgement untuk Mahasiswa
Langkah Menyusun Modul Intervensi
1. Tentukan Tujuan Intervensi
Mulailah dengan menentukan perubahan yang ingin dicapai melalui intervensi.
Misalnya, penelitian bertujuan meningkatkan self-esteem mahasiswa. Maka, setiap sesi perlu mendukung tujuan tersebut.
Tujuan yang jelas akan membantu peneliti menentukan materi dan aktivitas yang sesuai.
2. Tentukan Karakteristik Peserta
Selanjutnya, tentukan siapa yang akan mengikuti intervensi.
Pertimbangkan:
- usia peserta;
- latar belakang;
- jumlah peserta;
- kebutuhan peserta; dan
- kondisi yang berkaitan dengan intervensi.
Informasi tersebut membantu peneliti memilih bahasa dan aktivitas yang sesuai.
3. Tentukan Landasan Teori
Modul perlu memiliki dasar teori yang jelas. Teori tersebut menjadi dasar dalam menentukan materi dan pendekatan intervensi.
Karena itu, pilih teori yang sesuai dengan variabel dan tujuan penelitian.
4. Susun Materi Intervensi
Setelah menentukan teori, susun materi yang akan diberikan kepada peserta.
Materi harus berkaitan dengan tujuan intervensi. Hindari memasukkan materi yang tidak mendukung perubahan yang ingin dicapai.
5. Buat Rancangan Setiap Sesi
Selanjutnya, bagi intervensi menjadi beberapa sesi.
Setiap sesi dapat memuat:
- tujuan sesi;
- materi;
- aktivitas;
- metode;
- durasi;
- alat atau bahan; dan
- evaluasi.
Dengan format tersebut, peneliti dapat mengikuti alur kegiatan dengan lebih mudah.
6. Susun Aktivitas Intervensi
Aktivitas harus mendukung tujuan setiap sesi.
Misalnya, intervensi menggunakan diskusi, latihan, refleksi, simulasi, atau tugas tertentu. Pilih aktivitas berdasarkan tujuan dan karakteristik peserta.
7. Buat Petunjuk Pelaksanaan
Petunjuk pelaksanaan membantu peneliti atau fasilitator menjalankan setiap sesi.
Tuliskan langkah kegiatan secara berurutan. Selain itu, jelaskan apa yang perlu dilakukan fasilitator dan peserta.
8. Tentukan Durasi
Tentukan waktu yang realistis untuk setiap kegiatan.
Jangan membuat terlalu banyak aktivitas dalam satu sesi. Peserta tetap membutuhkan waktu untuk memahami materi dan mengikuti kegiatan.
9. Tambahkan Evaluasi
Evaluasi dapat membantu peneliti melihat proses pelaksanaan setiap sesi.
Bentuk evaluasi dapat menyesuaikan tujuan penelitian. Misalnya, peneliti dapat menggunakan pertanyaan refleksi, lembar evaluasi, atau metode lain yang sesuai.
10. Lakukan Review dan Expert Judgement
Setelah modul selesai, lakukan pemeriksaan kembali terhadap seluruh bagian.
Periksa apakah tujuan, materi, aktivitas, instruksi, dan durasi sudah saling berkaitan.
Selanjutnya, peneliti dapat mengajukan modul untuk expert judgement jika penelitian atau arahan pembimbing membutuhkannya. Expert dapat memberikan masukan terhadap isi dan rancangan modul sebelum peneliti menggunakannya dalam penelitian.
Baca Juga: Jasa Expert Judgement Modul Pelatihan atau Penelitian Psikolog
Contoh Struktur Modul Intervensi
Secara umum, struktur modul dapat dibuat seperti berikut:
- Judul modul
- Latar belakang
- Tujuan intervensi
- Sasaran peserta
- Landasan teori
- Petunjuk pelaksanaan
- Rancangan sesi
- Materi
- Aktivitas
- Evaluasi
- Daftar pustaka
- Lampiran
Struktur tersebut dapat berubah sesuai jenis intervensi dan kebutuhan penelitian.
Baca Juga: Jasa Expert Judgement Skala Penelitian Psikologi Terpercaya
Contoh Rancangan Satu Sesi
| Komponen | Isi |
|---|---|
| Tujuan | Peserta memahami materi sesi |
| Materi | Materi utama sesuai tujuan |
| Aktivitas | Diskusi dan latihan |
| Metode | Penyampaian materi dan praktik |
| Durasi | 60 menit |
| Alat | Modul dan lembar kerja |
| Evaluasi | Refleksi atau tugas |
Peneliti dapat menyesuaikan format tersebut dengan rancangan intervensinya.
Baca Juga: Expert Judgement Dalam Penelitian: Panduan, Tahapan, & Contoh
Hal yang Perlu Diperhatikan
Saat menyusun modul, hindari beberapa kesalahan berikut:
Tujuan dan aktivitas tidak sesuai
Pastikan setiap aktivitas mendukung tujuan sesi.
Materi terlalu banyak
Materi yang terlalu padat dapat membuat peserta kesulitan mengikuti kegiatan. Pilih materi yang benar-benar dibutuhkan.
Instruksi tidak jelas
Tuliskan langkah kegiatan secara sederhana dan berurutan.
Durasi tidak realistis
Sesuaikan jumlah aktivitas dengan waktu yang tersedia.
Tidak menyesuaikan peserta
Gunakan bahasa, contoh, dan aktivitas yang sesuai dengan karakteristik peserta.
Baca Juga: Berapa Jumlah Ahli Expert Judgement dalam Penelitian?
Apakah Modul Perlu Expert Judgement?
Kebutuhan expert judgement bergantung pada desain penelitian dan arahan dosen pembimbing.
Jika peneliti perlu memperoleh penilaian ahli, modul dapat diajukan setelah rancangan modul cukup lengkap. Expert kemudian dapat memberikan masukan terhadap materi, aktivitas, bahasa, tujuan, dan bagian lain yang relevan.
Setelah memperoleh masukan, peneliti dapat melakukan revisi sebelum menggunakan modul dalam penelitian.
Baca Juga: Jasa Expert Judgement Terbaik dan Terpercaya
Jasa Expert Judgement Modul Intervensi
Mahasiswa yang membutuhkan penilaian ahli dapat menggunakan layanan expert judgement modul intervensi dari Sanara.
Sanara melayani expert judgement untuk berbagai kebutuhan penelitian, termasuk modul intervensi, alat ukur kuantitatif, instrumen kualitatif, dan dokumen penelitian lainnya.
Jika modul sudah selesai disusun dan membutuhkan penilaian expert, mahasiswa dapat menghubungi Sanara untuk mengetahui prosedur dan dokumen yang perlu disiapkan.



