Cara Menentukan Jumlah Sampel Penelitian: Rumus Slovin vs Isaac & Michael
Menentukan jumlah sampel penelitian menjadi salah satu tahap penting dalam penelitian kuantitatif. Peneliti membutuhkan jumlah responden yang memadai agar data dapat menjawab tujuan penelitian. Dengan sampel yang tepat, peneliti juga tidak perlu melibatkan seluruh anggota populasi.
Dua metode yang sering mahasiswa gunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah rumus Slovin dan tabel Isaac & Michael. Keduanya memiliki cara penggunaan yang berbeda.
Lalu, mana yang sebaiknya digunakan? Artikel ini membahas cara menentukan jumlah sampel penelitian, rumus Slovin, tabel Isaac & Michael, serta perbedaan keduanya.
Apa Itu Sampel Penelitian?
Sampel merupakan sebagian anggota populasi yang peneliti pilih sebagai sumber data.
Sementara itu, populasi mencakup seluruh subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu sesuai tujuan penelitian.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa ingin meneliti tingkat stres mahasiswa aktif di sebuah universitas. Universitas tersebut memiliki 2.000 mahasiswa yang memenuhi kriteria penelitian.
Dalam kondisi tersebut, 2.000 mahasiswa menjadi populasi. Peneliti kemudian dapat memilih sebagian mahasiswa sebagai sampel.
Mengapa Peneliti Menggunakan Sampel?
Penelitian terhadap seluruh populasi dapat membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang besar. Oleh karena itu, peneliti sering menggunakan sampel untuk memperoleh data dari sebagian populasi.
Namun, peneliti tidak boleh menentukan jumlah responden secara asal. Ukuran sampel perlu sesuai dengan tujuan penelitian, karakteristik populasi, teknik sampling, dan analisis data.
Bagaimana Cara Menentukan Jumlah Sampel Penelitian?
Peneliti perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum menetapkan jumlah responden.
Tentukan Populasi Penelitian
Pertama, tentukan siapa atau apa yang menjadi populasi penelitian.
Contohnya:
Populasi penelitian terdiri dari 500 mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas X.
Angka 500 tersebut menjadi ukuran populasi atau N dalam perhitungan tertentu.
Tentukan Kriteria Sampel
Berikutnya, tentukan karakteristik responden yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Misalnya:
- mahasiswa aktif;
- berusia 18–25 tahun;
- sedang menempuh pendidikan S1;
- bersedia mengikuti penelitian.
Kriteria tersebut membantu peneliti memperoleh responden yang sesuai dengan sasaran penelitian.
Tentukan Metode Sampling
Setelah mengetahui karakteristik populasi, pilih teknik sampling yang sesuai.
Beberapa teknik yang sering digunakan antara lain:
- simple random sampling;
- stratified random sampling;
- cluster sampling;
- purposive sampling;
- convenience sampling.
Pemilihan teknik tersebut perlu mengikuti desain dan tujuan penelitian.
Tentukan Pendekatan Ukuran Sampel
Setelah itu, peneliti dapat memilih pendekatan untuk menentukan ukuran sampel.
Rumus Slovin dan tabel Isaac & Michael merupakan dua pendekatan yang cukup sering muncul dalam penelitian mahasiswa. Namun, peneliti tetap perlu mempertimbangkan dasar metodologis sebelum menggunakannya.
Apa Itu Rumus Slovin?
Rumus Slovin merupakan rumus sederhana yang sering digunakan untuk memperkirakan jumlah sampel berdasarkan ukuran populasi dan tingkat kesalahan tertentu.
Rumus yang umum digunakan adalah:
n = N / (1 + Ne²)
Keterangan:
- n = jumlah sampel
- N = jumlah populasi
- e = tingkat kesalahan atau margin of error
Nilai tingkat kesalahan memengaruhi hasil perhitungan. Semakin kecil tingkat kesalahan yang digunakan, semakin besar kebutuhan sampelnya.
Contoh Menghitung Sampel dengan Rumus Slovin
Misalnya sebuah penelitian memiliki populasi 1.000 orang.
Peneliti memilih tingkat kesalahan 5%.
Masukkan angka tersebut ke dalam rumus:
n = 1.000 / (1 + 1.000 × 0,05²)
Kemudian:
n = 1.000 / (1 + 2,5) = 1.000 / 3,5 = 285,71
Hasil tersebut dapat dibulatkan menjadi 286 responden.
Jadi, perhitungan dengan rumus Slovin menghasilkan kebutuhan sekitar 286 responden untuk populasi 1.000 orang dengan tingkat kesalahan 5%.
Apa Arti Tingkat Kesalahan 5%?
Tingkat kesalahan menunjukkan tingkat toleransi kesalahan yang peneliti gunakan dalam pendekatan tersebut.
Misalnya, peneliti memilih 5%, sehingga nilai yang masuk ke rumus adalah 0,05.
Jangan memasukkan angka 5 secara langsung karena bentuk tersebut akan menghasilkan perhitungan yang berbeda.
Apa Itu Tabel Isaac & Michael?
Selain rumus Slovin, peneliti juga dapat menemukan tabel Isaac & Michael dalam literatur metodologi penelitian.
Tabel tersebut membantu menentukan jumlah sampel berdasarkan ukuran populasi dan tingkat kesalahan tertentu.
Isaac & Michael menyediakan pilihan tingkat kesalahan yang umum digunakan, yaitu 1%, 5%, dan 10%.
Peneliti cukup mencari ukuran populasi pada tabel, kemudian melihat jumlah sampel yang sesuai dengan tingkat kesalahan yang dipilih.
Contoh Menggunakan Tabel Isaac & Michael
Misalnya populasi penelitian berjumlah 1.000 orang dan peneliti memilih tingkat kesalahan 5%.
Peneliti kemudian mencari angka populasi tersebut pada tabel Isaac & Michael dan melihat nilai sampel pada kolom tingkat kesalahan 5%.
Dengan demikian, peneliti tidak perlu memasukkan angka populasi ke dalam rumus Slovin.
Namun, pastikan kamu menggunakan tabel Isaac & Michael dari sumber metodologi yang jelas agar angka yang digunakan sesuai.

Perbedaan Rumus Slovin dan Isaac & Michael
Rumus Slovin dan tabel Isaac & Michael sama-sama dapat membantu menentukan ukuran sampel. Namun, keduanya menggunakan pendekatan yang berbeda.
Rumus Slovin
Rumus Slovin menghitung jumlah sampel menggunakan ukuran populasi dan tingkat kesalahan.
Peneliti memasukkan kedua nilai tersebut ke dalam persamaan:
n = N / (1 + Ne²)
Cara ini relatif sederhana karena peneliti dapat menghitung kebutuhan sampel secara langsung.
Tabel Isaac & Michael
Isaac & Michael menggunakan tabel ukuran sampel.
Peneliti mencari ukuran populasi pada tabel, kemudian mencocokkannya dengan tingkat kesalahan yang dipilih.
Pendekatan ini tidak mengharuskan peneliti melakukan perhitungan Slovin secara manual.
Tabel Perbandingan Slovin vs Isaac & Michael
| Aspek | Rumus Slovin | Isaac & Michael |
|---|---|---|
| Bentuk | Rumus matematis | Tabel |
| Dasar | Populasi dan tingkat kesalahan | Populasi dan tingkat kesalahan |
| Cara menentukan sampel | Menghitung menggunakan rumus | Melihat nilai pada tabel |
| Tingkat kesalahan | Ditentukan dalam perhitungan | Tersedia pada tabel |
| Penggunaan | Praktis | Praktis |
| Pertimbangan metodologis | Tetap diperlukan | Tetap diperlukan |
Apakah Slovin dan Isaac & Michael Menghasilkan Jumlah Sampel yang Sama?
Belum tentu.
Perbedaan pendekatan dan pembulatan dapat membuat hasil keduanya tidak selalu identik.
Karena itu, jangan memilih metode hanya berdasarkan angka sampel yang paling kecil.
Peneliti perlu melihat alasan metodologis di balik pemilihan metode tersebut.
Mana yang Lebih Baik, Slovin atau Isaac & Michael?
Tidak ada jawaban bahwa satu metode selalu lebih baik daripada metode lainnya.
Pilihan metode harus menyesuaikan karakteristik penelitian.
Perhatikan beberapa hal berikut:
- ukuran populasi;
- karakteristik populasi;
- desain penelitian;
- teknik sampling;
- analisis statistik;
- tingkat kesalahan;
- serta pedoman metodologi yang digunakan.
Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, peneliti dapat memberikan alasan yang lebih kuat ketika menjelaskan penentuan jumlah sampel dalam skripsi.
Apakah Boleh Menggunakan Rumus Slovin untuk Skripsi?
Banyak mahasiswa menggunakan rumus Slovin dalam penelitian mereka.
Namun, jangan memilih Slovin hanya karena rumusnya mudah.
Pertama, pastikan dosen pembimbing atau pedoman penelitian yang digunakan menerima pendekatan tersebut. Selanjutnya, perhatikan desain penelitian dan analisis data yang akan digunakan.
Jika penelitian membutuhkan perhitungan power analysis atau pertimbangan statistik tertentu, peneliti mungkin perlu menggunakan pendekatan lain yang lebih sesuai.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Jumlah Sampel
Menggunakan Slovin untuk Semua Penelitian
Rumus Slovin memang sederhana. Namun, kesederhanaan tersebut tidak berarti semua penelitian harus menggunakan rumus yang sama.
Pertimbangkan desain penelitian dan kebutuhan analisis sebelum menentukan metode.
Salah Memasukkan Tingkat Kesalahan
Kesalahan kecil dalam memasukkan angka dapat mengubah hasil perhitungan.
Jika tingkat kesalahan yang dipilih adalah 5%, masukkan 0,05 ke dalam rumus.
Jangan memasukkan angka 5 secara langsung.
Mengabaikan Teknik Sampling
Ukuran sampel tidak berdiri sendiri.
Teknik sampling juga perlu peneliti jelaskan dalam metode penelitian. Misalnya, peneliti dapat menggunakan simple random sampling, stratified random sampling, atau purposive sampling sesuai kebutuhan penelitian.
Menganggap Sampel Lebih Besar Selalu Lebih Baik
Jumlah responden yang lebih banyak memang memberikan lebih banyak data. Namun, jumlah saja tidak menjamin kualitas penelitian.
Kualitas instrumen, karakteristik responden, teknik sampling, dan kualitas data juga berpengaruh.
Karena itu, jangan sekadar mengejar jumlah responden yang besar.
Bagaimana Menentukan Jumlah Sampel yang Tepat?
Gunakan langkah berikut agar prosesnya lebih sistematis.
Langkah 1: Tentukan Populasi
Cari tahu jumlah anggota populasi yang sesuai dengan kriteria penelitian.
Langkah 2: Tentukan Karakteristik Responden
Tetapkan kriteria inklusi dan eksklusi jika penelitian membutuhkannya.
Langkah 3: Tentukan Desain Penelitian
Pastikan kamu memahami jenis penelitian yang akan dilakukan.
Misalnya:
- penelitian korelasional;
- penelitian komparatif;
- penelitian eksperimen;
- atau penelitian survei.
Langkah 4: Tentukan Analisis Data
Jenis analisis statistik turut memengaruhi kebutuhan sampel.
Penelitian dengan korelasi dapat memiliki pertimbangan berbeda dari penelitian yang menggunakan regresi atau analisis multivariat.
Oleh sebab itu, lihat analisis data sebelum menetapkan jumlah responden.
Langkah 5: Pilih Teknik Sampling
Tentukan bagaimana kamu akan memilih anggota populasi menjadi sampel.
Langkah 6: Pilih Dasar Penentuan Ukuran Sampel
Setelah mempertimbangkan langkah sebelumnya, pilih pendekatan yang sesuai.
Jika menggunakan Slovin, masukkan populasi dan tingkat kesalahan ke dalam rumus.
Jika menggunakan Isaac & Michael, cari ukuran populasi pada tabel dan sesuaikan dengan tingkat kesalahan.
Langkah 7: Antisipasi Data yang Tidak Dapat Digunakan
Dalam penelitian survei, sebagian responden mungkin tidak menyelesaikan kuesioner atau memberikan data yang tidak memenuhi kriteria.
Karena itu, peneliti dapat menyiapkan responden tambahan sebagai langkah antisipasi.
Contoh Penulisan Jumlah Sampel dalam Skripsi
Setelah menghitung jumlah sampel, jelaskan prosesnya pada bagian metode penelitian.
Contohnya:
“Populasi penelitian ini berjumlah 1.000 orang. Peneliti menentukan ukuran sampel dengan tingkat kesalahan 5%. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Slovin, diperoleh jumlah sampel sebanyak 286 responden.”
Penjelasan tersebut sebaiknya tidak berhenti pada angka.
Jelaskan pula alasan memilih metode, teknik sampling, dan karakteristik responden agar metode penelitian terlihat lebih jelas.
Apakah Jumlah Sampel Harus Selalu Sama dengan Hasil Rumus?
Tidak selalu.
Dalam praktik penelitian, peneliti perlu mempertimbangkan kemungkinan adanya responden yang tidak menyelesaikan penelitian atau data yang tidak memenuhi kriteria.
Selain itu, kebutuhan sampel juga dapat bergantung pada teknik analisis yang digunakan.
Karena itu, angka dari rumus atau tabel sebaiknya tidak dilihat secara terpisah dari keseluruhan rancangan penelitian.
Rumus Slovin vs Isaac & Michael, Mana yang Harus Dipilih?
Jika kamu sedang menyusun skripsi, jangan memilih metode hanya karena perhitungannya paling mudah.
Pertama, lihat jumlah populasi. Kemudian, perhatikan desain penelitian, teknik sampling, dan analisis statistik.
Setelah itu, lihat pedoman kampus atau arahan dosen pembimbing.
Dengan cara tersebut, kamu dapat menjelaskan alasan pemilihan metode secara lebih meyakinkan.
Kesimpulan
Cara menentukan jumlah sampel penelitian membutuhkan lebih dari sekadar menghitung jumlah responden.
Rumus Slovin menggunakan ukuran populasi dan tingkat kesalahan dalam sebuah persamaan. Sementara itu, Isaac & Michael menyediakan tabel yang membantu peneliti menentukan ukuran sampel berdasarkan populasi dan tingkat kesalahan.
Keduanya memiliki pendekatan berbeda. Karena itu, pilih metode berdasarkan kebutuhan penelitian, bukan hanya karena salah satunya lebih mudah dihitung.
Jika kamu masih bingung menentukan jumlah sampel untuk skripsi atau penelitian, konsultasikan rancangan penelitianmu dengan dosen pembimbing atau ahli metodologi sebelum menetapkan jumlah responden.
FAQ
Apa rumus Slovin untuk menentukan jumlah sampel?
Rumus Slovin yang umum digunakan adalah n = N / (1 + Ne²). N menunjukkan jumlah populasi, sedangkan e menunjukkan tingkat kesalahan.
Apa itu tabel Isaac & Michael?
Tabel Isaac & Michael merupakan tabel yang membantu menentukan jumlah sampel berdasarkan ukuran populasi dan tingkat kesalahan tertentu.
Apakah Slovin dan Isaac & Michael sama?
Tidak. Slovin menggunakan rumus matematis, sedangkan Isaac & Michael menggunakan tabel ukuran sampel.
Mana yang lebih baik, Slovin atau Isaac & Michael?
Tidak ada metode yang selalu lebih baik. Pilihan perlu menyesuaikan desain penelitian, populasi, teknik sampling, analisis data, dan pedoman metodologi yang digunakan.
Berapa jumlah sampel jika populasi 1.000 dengan error 5%?
Dengan rumus Slovin, hasilnya sekitar 286 responden.
Apakah rumus Slovin cocok untuk semua penelitian?
Tidak. Peneliti perlu mempertimbangkan desain penelitian, teknik sampling, dan kebutuhan analisis sebelum memilih rumus tersebut.
Artikel Terkait:
Cara Membuat Kisi-Kisi Instrumen Penelitian (+ Contoh Tabel & Poin Penting)
Perbedaan Validasi Ahli dan Uji Statistik Validitas (+Contoh)
Jasa Expert Judgement Skala Penelitian Psikologi Terpercaya
Apa Itu Expert Judgement dalam Penelitian? Fungsi & Contohnya



