Cara Menyusun Modul Intervensi untuk Penelitian Eksperimen

mahasiswa menyusun modul intervensi penelitian
25 Sep

Cara Menyusun Modul Intervensi untuk Penelitian Eksperimen

Cara menyusun modul intervensi untuk penelitian eksperimen perlu mengikuti tujuan penelitian dan karakteristik peserta. Modul juga harus memiliki alur yang jelas agar peneliti dapat memberikan perlakuan secara konsisten.

Modul intervensi bukan sekadar kumpulan materi. Setiap sesi perlu memiliki tujuan, aktivitas, dan langkah pelaksanaan yang saling berkaitan.

Baca Juga: Expert Judgement Modul Intervensi Penelitian Eksperimen

Apa Itu Modul Intervensi?

Modul intervensi adalah panduan yang membantu peneliti memberikan perlakuan kepada peserta penelitian.

Modul biasanya memuat materi, aktivitas, instruksi, durasi, serta langkah kegiatan dalam setiap sesi. Dengan modul yang terstruktur, peneliti dapat menjalankan intervensi sesuai rancangan penelitian.

Baca juga: Contoh Surat Permohonan Expert Judgement untuk Mahasiswa

Langkah Menyusun Modul Intervensi

1. Tentukan Tujuan Intervensi

Mulailah dengan menentukan perubahan yang ingin dicapai melalui intervensi.

Misalnya, penelitian bertujuan meningkatkan self-esteem mahasiswa. Maka, setiap sesi perlu mendukung tujuan tersebut.

Tujuan yang jelas akan membantu peneliti menentukan materi dan aktivitas yang sesuai.

2. Tentukan Karakteristik Peserta

Selanjutnya, tentukan siapa yang akan mengikuti intervensi.

Pertimbangkan:

  • usia peserta;
  • latar belakang;
  • jumlah peserta;
  • kebutuhan peserta; dan
  • kondisi yang berkaitan dengan intervensi.

Informasi tersebut membantu peneliti memilih bahasa dan aktivitas yang sesuai.

3. Tentukan Landasan Teori

Modul perlu memiliki dasar teori yang jelas. Teori tersebut menjadi dasar dalam menentukan materi dan pendekatan intervensi.

Karena itu, pilih teori yang sesuai dengan variabel dan tujuan penelitian.

4. Susun Materi Intervensi

Setelah menentukan teori, susun materi yang akan diberikan kepada peserta.

Materi harus berkaitan dengan tujuan intervensi. Hindari memasukkan materi yang tidak mendukung perubahan yang ingin dicapai.

5. Buat Rancangan Setiap Sesi

Selanjutnya, bagi intervensi menjadi beberapa sesi.

Setiap sesi dapat memuat:

  • tujuan sesi;
  • materi;
  • aktivitas;
  • metode;
  • durasi;
  • alat atau bahan; dan
  • evaluasi.

Dengan format tersebut, peneliti dapat mengikuti alur kegiatan dengan lebih mudah.

6. Susun Aktivitas Intervensi

Aktivitas harus mendukung tujuan setiap sesi.

Misalnya, intervensi menggunakan diskusi, latihan, refleksi, simulasi, atau tugas tertentu. Pilih aktivitas berdasarkan tujuan dan karakteristik peserta.

7. Buat Petunjuk Pelaksanaan

Petunjuk pelaksanaan membantu peneliti atau fasilitator menjalankan setiap sesi.

Tuliskan langkah kegiatan secara berurutan. Selain itu, jelaskan apa yang perlu dilakukan fasilitator dan peserta.

8. Tentukan Durasi

Tentukan waktu yang realistis untuk setiap kegiatan.

Jangan membuat terlalu banyak aktivitas dalam satu sesi. Peserta tetap membutuhkan waktu untuk memahami materi dan mengikuti kegiatan.

9. Tambahkan Evaluasi

Evaluasi dapat membantu peneliti melihat proses pelaksanaan setiap sesi.

Bentuk evaluasi dapat menyesuaikan tujuan penelitian. Misalnya, peneliti dapat menggunakan pertanyaan refleksi, lembar evaluasi, atau metode lain yang sesuai.

10. Lakukan Review dan Expert Judgement

Setelah modul selesai, lakukan pemeriksaan kembali terhadap seluruh bagian.

Periksa apakah tujuan, materi, aktivitas, instruksi, dan durasi sudah saling berkaitan.

Selanjutnya, peneliti dapat mengajukan modul untuk expert judgement jika penelitian atau arahan pembimbing membutuhkannya. Expert dapat memberikan masukan terhadap isi dan rancangan modul sebelum peneliti menggunakannya dalam penelitian.

Baca Juga: Jasa Expert Judgement Modul Pelatihan atau Penelitian Psikolog

Contoh Struktur Modul Intervensi

Secara umum, struktur modul dapat dibuat seperti berikut:

  1. Judul modul
  2. Latar belakang
  3. Tujuan intervensi
  4. Sasaran peserta
  5. Landasan teori
  6. Petunjuk pelaksanaan
  7. Rancangan sesi
  8. Materi
  9. Aktivitas
  10. Evaluasi
  11. Daftar pustaka
  12. Lampiran

Struktur tersebut dapat berubah sesuai jenis intervensi dan kebutuhan penelitian.

Baca Juga: Jasa Expert Judgement Skala Penelitian Psikologi Terpercaya

Contoh Rancangan Satu Sesi

KomponenIsi
TujuanPeserta memahami materi sesi
MateriMateri utama sesuai tujuan
AktivitasDiskusi dan latihan
MetodePenyampaian materi dan praktik
Durasi60 menit
AlatModul dan lembar kerja
EvaluasiRefleksi atau tugas

Peneliti dapat menyesuaikan format tersebut dengan rancangan intervensinya.

Baca Juga: Expert Judgement Dalam Penelitian: Panduan, Tahapan, & Contoh

Hal yang Perlu Diperhatikan

Saat menyusun modul, hindari beberapa kesalahan berikut:

Tujuan dan aktivitas tidak sesuai

Pastikan setiap aktivitas mendukung tujuan sesi.

Materi terlalu banyak

Materi yang terlalu padat dapat membuat peserta kesulitan mengikuti kegiatan. Pilih materi yang benar-benar dibutuhkan.

Instruksi tidak jelas

Tuliskan langkah kegiatan secara sederhana dan berurutan.

Durasi tidak realistis

Sesuaikan jumlah aktivitas dengan waktu yang tersedia.

Tidak menyesuaikan peserta

Gunakan bahasa, contoh, dan aktivitas yang sesuai dengan karakteristik peserta.

Baca Juga: Berapa Jumlah Ahli Expert Judgement dalam Penelitian?

Apakah Modul Perlu Expert Judgement?

Kebutuhan expert judgement bergantung pada desain penelitian dan arahan dosen pembimbing.

Jika peneliti perlu memperoleh penilaian ahli, modul dapat diajukan setelah rancangan modul cukup lengkap. Expert kemudian dapat memberikan masukan terhadap materi, aktivitas, bahasa, tujuan, dan bagian lain yang relevan.

Setelah memperoleh masukan, peneliti dapat melakukan revisi sebelum menggunakan modul dalam penelitian.

Baca Juga: Jasa Expert Judgement Terbaik dan Terpercaya

Jasa Expert Judgement Modul Intervensi

Mahasiswa yang membutuhkan penilaian ahli dapat menggunakan layanan expert judgement modul intervensi dari Sanara.

Sanara melayani expert judgement untuk berbagai kebutuhan penelitian, termasuk modul intervensi, alat ukur kuantitatif, instrumen kualitatif, dan dokumen penelitian lainnya.

Jika modul sudah selesai disusun dan membutuhkan penilaian expert, mahasiswa dapat menghubungi Sanara untuk mengetahui prosedur dan dokumen yang perlu disiapkan.

Categories

Konseling Jadi Mudah dan Aman

Hubungi Kami
Cart

No products in the cart.

Search
Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare