Cara Menghitung Aiken’s V dan Content Validity Index (CVI) dalam Expert Judgement
Cara menghitung Aiken’s V dan Content Validity Index (CVI) menjadi langkah penting dalam proses expert judgement karena peneliti perlu memastikan bahwa setiap item instrumen benar-benar relevan dengan konstruk yang diukur. Oleh karena itu, mahasiswa skripsi dan tesis perlu memahami tidak hanya rumusnya, tetapi juga cara interpretasi dan penulisannya dalam laporan penelitian.
Selain itu, banyak dosen pembimbing meminta mahasiswa mencantumkan proses perhitungan secara rinci. Dengan demikian, artikel ini akan membantu Anda memahami langkah teknis sekaligus contoh praktis yang bisa langsung diterapkan.
Apa Itu Aiken’s V dalam Expert Judgement?
Aiken’s V merupakan indeks yang mengukur validitas isi berdasarkan penilaian para ahli terhadap setiap item instrumen. Lewis R. Aiken mengembangkan metode ini untuk membantu peneliti menilai tingkat kesepakatan ahli secara kuantitatif.
Secara khusus, peneliti menggunakan Aiken’s V ketika ahli memberikan penilaian menggunakan skala tertentu, misalnya 1–5. Kemudian, peneliti mengolah skor tersebut untuk melihat apakah item memiliki relevansi yang cukup tinggi.
Semakin tinggi nilai Aiken’s V, semakin kuat validitas isi item tersebut. Sebaliknya, nilai yang rendah menunjukkan bahwa peneliti perlu merevisi atau bahkan menghapus item tersebut.
Rumus Aiken’s V dan Cara Menghitungnya
Untuk menghitung Aiken’s V, Anda perlu memahami setiap komponennya terlebih dahulu. Berikut rumus yang digunakan:
V = Σs / n(c − 1)
Keterangan:
- s = skor yang diberikan ahli dikurangi skor terendah
- n = jumlah ahli
- c = jumlah kategori skor
Pertama, kurangi setiap skor ahli dengan skor terendah pada skala. Setelah itu, jumlahkan seluruh nilai s. Selanjutnya, bagi total tersebut dengan hasil perkalian jumlah ahli dan (jumlah kategori dikurangi satu).
Dengan mengikuti langkah tersebut secara sistematis, Anda dapat memperoleh nilai validitas isi yang akurat.
Contoh Perhitungan Aiken’s V
Misalnya, tiga ahli menilai satu item menggunakan skala 1–5 dan memberikan skor 4, 5, dan 4.
Pertama, tentukan skor terendah, yaitu 1.
Kemudian, hitung nilai s:
4 – 1 = 3
5 – 1 = 4
4 – 1 = 3
Setelah itu, jumlahkan seluruh nilai s sehingga diperoleh total 10.
Selanjutnya, masukkan ke dalam rumus:
V = 10 / 3(5 − 1)
V = 10 / 12
V = 0,83
Dengan demikian, item tersebut memiliki nilai validitas isi sebesar 0,83. Karena nilainya berada di atas 0,80, peneliti dapat menyatakan item tersebut valid.
Baca Juga: FAQ Expert Judgement Instrumen Penelitian
Apa Itu Content Validity Index (CVI)?
Selain Aiken’s V, peneliti juga sering menggunakan Content Validity Index (CVI) untuk menilai validitas isi. Namun demikian, metode ini lebih sederhana karena hanya menghitung proporsi kesepakatan ahli.
Pada umumnya, peneliti menggunakan skala 1–4. Kemudian, peneliti mengelompokkan skor 3 dan 4 sebagai kategori relevan.
Dengan cara tersebut, peneliti dapat menghitung seberapa besar persentase ahli yang menganggap item tersebut relevan.
Cara Menghitung I-CVI dan S-CVI
Untuk menghitung I-CVI, Anda cukup membagi jumlah ahli yang memberi skor relevan dengan jumlah total ahli.
Sebagai contoh, jika dua dari tiga ahli memberi skor 3 atau 4, maka:
I-CVI = 2 / 3 = 0,67
Dalam kondisi ini, nilai 0,67 menunjukkan bahwa item tersebut belum mencapai batas ideal. Oleh sebab itu, peneliti perlu melakukan revisi berdasarkan saran ahli.
Sementara itu, untuk menghitung S-CVI, peneliti menghitung rata-rata seluruh I-CVI dalam satu skala. Dengan demikian, peneliti dapat menilai kualitas keseluruhan instrumen.
Baca Juga: Perbedaan Expert Judgement Skala, Wawancara, dan Observasi
Perbedaan Aiken’s V dan CVI
Meskipun keduanya mengukur validitas isi, Aiken’s V memberikan hasil yang lebih sensitif terhadap variasi skor. Sebaliknya, CVI lebih sederhana dan lebih cepat dihitung.
Karena itu, mahasiswa psikologi biasanya memilih Aiken’s V ketika ingin mendapatkan hasil yang lebih detail. Namun, peneliti di bidang kesehatan sering menggunakan CVI karena prosesnya lebih praktis.
Kapan Item Dinyatakan Valid?
Secara umum, peneliti menyatakan item valid ketika nilai Aiken’s V mencapai ≥ 0,80. Selain itu, peneliti juga dapat menggunakan batas 0,78 untuk CVI dengan tiga ahli.
Namun demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada jumlah ahli dan arahan dosen pembimbing. Oleh karena itu, selalu diskusikan interpretasi hasil sebelum memfinalisasi instrumen.
Baca Juga: Jasa Expert Judgement Skala Penelitian Psikologi Terpercaya
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
Banyak mahasiswa melakukan kesalahan sederhana tetapi berdampak besar. Misalnya, mereka tidak mencantumkan rumus, tidak menjelaskan jumlah ahli, atau tidak melampirkan lembar penilaian.
Selain itu, sebagian mahasiswa salah menghitung nilai s karena lupa mengurangi dengan skor terendah. Akibatnya, nilai Aiken’s V menjadi tidak akurat.
Dengan memahami langkah secara runtut, Anda dapat menghindari kesalahan tersebut.



