Cara Mengatasi Butir Soal Gugur pada Uji Validitas

Cara mengatasi butir soal gugur pada uji validitas kuesioner
20 Agu

Cara Mengatasi Butir Soal Gugur pada Uji Validitas

Dalam penelitian kuantitatif, peneliti sering menemukan butir soal gugur pada uji validitas kuesioner. Kondisi ini terjadi ketika suatu item tidak memenuhi kriteria validitas yang peneliti gunakan.

Namun, kamu tidak perlu langsung panik ketika menemukan item gugur. Hasil tersebut justru dapat membantu peneliti mengevaluasi kualitas instrumen.

Lalu, apa yang harus dilakukan setelah menemukan item gugur? Apakah item harus langsung dihapus? Atau peneliti perlu memperbaikinya terlebih dahulu?

Artikel ini membahas cara mengatasi butir soal gugur secara sederhana, mulai dari penyebab hingga langkah yang dapat dilakukan setelah uji validitas.

Apa Itu Butir Soal Gugur?

Butir soal gugur adalah item kuesioner yang tidak memenuhi kriteria validitas dalam penelitian.

Uji validitas membantu peneliti melihat apakah item dapat mengukur konstruk yang ingin diteliti. Karena itu, hasil pengujian perlu peneliti periksa sebelum instrumen digunakan dalam penelitian utama.

Sebagai contoh, sebuah kuesioner memiliki 30 item. Setelah melakukan uji validitas, peneliti menemukan 3 item yang tidak memenuhi kriteria.

Artinya, 27 item memenuhi kriteria, sedangkan 3 item menjadi item gugur.

Mengapa Butir Soal Bisa Gugur?

Ada beberapa alasan yang dapat membuat sebuah item memperoleh hasil validitas yang kurang baik.

Karena itu, jangan langsung menghapus item setelah melihat hasil statistik.

Pernyataan Sulit Dipahami

Bahasa yang terlalu rumit dapat membuat responden salah memahami pertanyaan.

Misalnya, peneliti menulis:

“Saya mengalami berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.”

Pernyataan tersebut masih terlalu umum.

Responden dapat memiliki pemahaman berbeda mengenai arti “permasalahan”.

Akibatnya, jawaban responden mungkin tidak menunjukkan konstruk yang ingin peneliti ukur.

Item Tidak Sesuai dengan Indikator

Setiap item seharusnya memiliki hubungan yang jelas dengan indikator.

Jika hubungan tersebut kurang tepat, item dapat menghasilkan performa yang kurang baik.

Oleh sebab itu, peneliti perlu kembali melihat variabel, aspek, indikator, dan item.

Redaksi Item Terlalu Panjang

Kalimat yang terlalu panjang dapat membuat responden kehilangan fokus.

Selain itu, satu pertanyaan yang memuat terlalu banyak gagasan juga dapat menimbulkan kebingungan.

Karena itu, gunakan kalimat yang singkat dan langsung.

Responden Tidak Sesuai dengan Sasaran

Karakteristik responden juga dapat memengaruhi hasil uji validitas.

Misalnya, peneliti membuat instrumen untuk mahasiswa. Namun, uji coba justru melibatkan responden dengan karakteristik yang jauh berbeda.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi respons terhadap item.

Ada Kesalahan Penskoran

Kesalahan coding juga dapat memengaruhi hasil analisis.

Hal ini perlu diperhatikan terutama ketika instrumen memiliki item favorable dan unfavorable.

Pada item unfavorable, peneliti perlu melakukan reverse scoring jika metode penskoran memang mengharuskannya.

Karena itu, periksa kembali coding sebelum menyimpulkan bahwa item benar-benar gugur.

Bagaimana Mengetahui Item Gugur?

Peneliti perlu melihat hasil uji validitas sesuai metode yang digunakan.

Salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah membandingkan r hitung dan r tabel.

Jika r Hitung Lebih Besar dari r Tabel

Item memenuhi kriteria berdasarkan pendekatan tersebut.

Dengan demikian, peneliti dapat mempertahankan item untuk tahap berikutnya.

Jika r Hitung Lebih Kecil dari r Tabel

Item tidak memenuhi kriteria berdasarkan pendekatan tersebut.

Selanjutnya, peneliti perlu mengevaluasi item sebelum mengambil keputusan.

Namun, tidak semua penelitian menggunakan r hitung dan r tabel.

Peneliti juga dapat menggunakan pendekatan seperti corrected item-total correlation atau kriteria statistik lain.

Jadi, gunakan kriteria yang sesuai dengan metode analisis dan rancangan penelitian.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Menemukan Item Gugur?

Jangan langsung menghapus item.

Sebaliknya, lakukan evaluasi secara bertahap.

Periksa Hasil Uji Validitas

Pertama, catat semua item yang tidak memenuhi kriteria.

Misalnya:

ItemHasilTindakan
Item 1ValidDipertahankan
Item 2ValidDipertahankan
Item 3Tidak validDievaluasi
Item 4ValidDipertahankan
Item 5Tidak validDievaluasi

Tabel tersebut membantu peneliti melihat item mana yang membutuhkan perhatian.

Periksa Isi Item

Selanjutnya, baca kembali item yang gugur.

Tanyakan beberapa hal berikut:

  • Apakah kalimatnya mudah dipahami?
  • Apakah item sesuai dengan indikator?
  • Apakah pertanyaan memiliki satu makna?
  • Apakah terdapat kata yang ambigu?
  • Apakah item benar-benar mengukur variabel?

Jika menemukan masalah pada redaksi, pertimbangkan revisi.

Periksa Kisi-Kisi Instrumen

Setelah itu, kembali ke kisi-kisi.

Lihat indikator yang berkaitan dengan item tersebut.

Misalnya, satu indikator memiliki lima item. Kemudian, dua item mengalami kegagalan pada uji validitas.

Peneliti perlu memastikan tiga item yang tersisa masih cukup mewakili indikator tersebut.

Jika tidak, peneliti dapat mempertimbangkan penambahan atau revisi item.

Periksa Coding Data

Selain isi item, periksa juga proses pengolahan data.

Pastikan peneliti memasukkan data dengan benar.

Kemudian, periksa kembali item yang membutuhkan reverse scoring.

Langkah ini penting karena kesalahan coding dapat memengaruhi hasil analisis.

Apakah Butir Soal Gugur Harus Dihapus?

Tidak selalu.

Keputusan tersebut perlu mempertimbangkan hasil statistik dan dasar teori.

Jika item tidak relevan dan tidak memiliki peran penting, peneliti dapat menghapusnya.

Sebaliknya, jika item memiliki peran teoritis yang penting, peneliti dapat mempertimbangkan revisi.

Jadi, jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan satu angka.

Kapan Item Sebaiknya Dihapus?

Peneliti dapat mempertimbangkan penghapusan jika:

Item Tidak Sesuai dengan Indikator

Jika item tidak lagi mewakili indikator, penghapusan dapat menjadi pilihan.

Redaksi Tidak Relevan

Item yang terlalu jauh dari konstruk penelitian juga perlu dievaluasi.

Item Menimbulkan Masalah Statistik

Jika hasil analisis menunjukkan performa item yang kurang baik, peneliti dapat meninjau kembali item tersebut.

Namun, keputusan akhir tetap perlu mempertimbangkan teori dan rancangan penelitian.

Kapan Item Sebaiknya Direvisi?

Revisi dapat menjadi pilihan jika item sebenarnya penting.

Misalnya, indikator tertentu hanya memiliki sedikit item.

Dalam kondisi tersebut, menghapus satu item dapat membuat indikator kurang terwakili.

Peneliti dapat memperbaiki:

  • pilihan kata;
  • panjang kalimat;
  • struktur pertanyaan;
  • kejelasan makna;
  • atau kesesuaian item dengan indikator.

Setelah itu, peneliti dapat melakukan pengujian kembali sesuai prosedur penelitian.

Contoh Butir Soal Gugur

Misalnya sebuah instrumen memiliki 25 item.

Setelah uji validitas, terdapat 3 item yang tidak memenuhi kriteria.

Peneliti kemudian memeriksa ketiga item tersebut.

Item 5

Item ternyata memiliki kalimat yang terlalu panjang.

Peneliti dapat memperbaiki redaksinya.

Item 12

Item tidak sesuai dengan indikator.

Peneliti dapat menghapus item tersebut.

Item 20

Item memiliki peran penting dalam indikator, tetapi responden sulit memahami kalimatnya.

Peneliti dapat merevisi item dan mempertimbangkan pengujian kembali.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa setiap item gugur membutuhkan evaluasi tersendiri.

Bagaimana Jika Banyak Item yang Gugur?

Jika hanya satu atau dua item yang gugur, peneliti dapat mengevaluasinya satu per satu.

Namun, jika banyak item mengalami masalah, jangan langsung menghapus semuanya.

Sebaliknya, periksa kembali:

Definisi Operasional

Pastikan peneliti sudah mendefinisikan variabel secara jelas.

Kisi-Kisi Instrumen

Periksa hubungan antara indikator dan item.

Karakteristik Responden

Pastikan responden uji coba sesuai dengan sasaran penelitian.

Redaksi Pertanyaan

Periksa apakah responden dapat memahami setiap item.

Metode Analisis

Pastikan peneliti menggunakan teknik uji validitas yang sesuai.

Dengan pemeriksaan tersebut, peneliti dapat mencari sumber masalah secara lebih sistematis.

Apakah Item Gugur Memengaruhi Reliabilitas?

Ya, perubahan jumlah item dapat memengaruhi hasil reliabilitas.

Misalnya, instrumen awal memiliki 25 item. Setelah evaluasi, peneliti menghapus 3 item.

Instrumen akhir kemudian memiliki 22 item.

Karena komposisinya berubah, peneliti perlu memeriksa reliabilitas kembali.

Dengan demikian, proses pengujian instrumen tidak berhenti pada uji validitas.

Proses mengevaluasi butir soal setelah uji validitas

Apakah Boleh Menghapus Item Sampai Semua Menjadi Valid?

Peneliti tidak sebaiknya melakukan penghapusan item hanya untuk mengejar hasil statistik.

Tujuan uji validitas bukan sekadar membuat semua item memiliki hasil yang bagus.

Sebaliknya, peneliti perlu memastikan bahwa instrumen tetap memiliki dasar teori dan mampu mewakili konstruk yang ingin diukur.

Karena itu, gunakan hasil statistik sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan.

Urutan Mengatasi Butir Soal Gugur

Agar prosesnya lebih mudah, ikuti urutan berikut:

Langkah 1: Identifikasi Item Gugur

Catat semua item yang tidak memenuhi kriteria.

Langkah 2: Periksa Data

Pastikan tidak ada kesalahan input atau coding.

Langkah 3: Periksa Redaksi

Lihat apakah responden dapat memahami setiap item dengan jelas.

Langkah 4: Periksa Kisi-Kisi

Pastikan item masih sesuai dengan indikator.

Langkah 5: Evaluasi Item

Tentukan apakah item lebih tepat dipertahankan, direvisi, atau dihapus.

Langkah 6: Lakukan Uji Coba Kembali

Jika peneliti merevisi item, lakukan pengujian kembali sesuai rancangan penelitian.

Langkah 7: Uji Reliabilitas

Setelah mendapatkan komposisi item final, periksa kembali reliabilitas instrumen.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan dapat membuat proses evaluasi instrumen menjadi kurang tepat.

Langsung Menghapus Item

Jangan menghapus item hanya karena nilainya rendah.

Pertama, cari tahu penyebabnya.

Mengabaikan Kisi-Kisi

Angka statistik memang penting.

Namun, kisi-kisi membantu memastikan setiap indikator tetap terwakili.

Mengubah Data Responden

Jangan mengubah jawaban responden agar hasil uji validitas menjadi lebih baik.

Data penelitian harus mencerminkan jawaban yang sebenarnya.

Tidak Memeriksa Coding

Kesalahan coding dapat menghasilkan analisis yang keliru.

Karena itu, periksa kembali proses pengolahan data sebelum mengambil keputusan.

Tidak Menguji Reliabilitas Kembali

Jika jumlah item berubah, lakukan pemeriksaan reliabilitas kembali.

Langkah ini membantu peneliti memastikan kualitas instrumen final.

Contoh Penulisan Hasil Uji Validitas dalam Skripsi

Setelah memperoleh hasil uji validitas, peneliti dapat menjelaskannya dalam bab hasil penelitian.

Contohnya:

“Uji validitas dilakukan terhadap 25 item instrumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa 22 item memenuhi kriteria validitas, sedangkan 3 item tidak memenuhi kriteria. Peneliti kemudian mengevaluasi ketiga item tersebut berdasarkan hasil analisis dan kesesuaiannya dengan indikator. Selanjutnya, 3 item tersebut tidak digunakan dalam analisis penelitian.”

Tentu saja, sesuaikan angka dan metode dengan hasil penelitianmu sendiri.

Bagaimana Menentukan Keputusan terhadap Item Gugur?

Pada dasarnya, peneliti dapat menggunakan alur sederhana berikut:

Hasil uji validitas → cek data → cek item → cek indikator → evaluasi teori → hapus atau revisi → uji kembali → uji reliabilitas.

Dengan alur tersebut, peneliti tidak perlu langsung menghapus item.

Sebaliknya, setiap keputusan memiliki alasan yang jelas.

FAQ

Apa itu butir soal gugur?

Butir soal gugur adalah item kuesioner yang tidak memenuhi kriteria validitas berdasarkan metode pengujian yang digunakan.

Apakah item gugur harus dihapus?

Tidak selalu. Peneliti perlu mengevaluasi hasil statistik, redaksi, indikator, dan dasar teori sebelum mengambil keputusan.

Apa penyebab item kuesioner gugur?

Item dapat mengalami masalah karena redaksi yang kurang jelas, ketidaksesuaian dengan indikator, karakteristik responden, kesalahan coding, atau faktor statistik lainnya.

Apakah item gugur boleh direvisi?

Boleh. Jika item memiliki peran penting secara teoritis, peneliti dapat memperbaiki redaksinya dan mempertimbangkan pengujian kembali.

Apakah setelah item gugur harus melakukan uji reliabilitas?

Sebaiknya iya. Jika jumlah atau komposisi item berubah, peneliti perlu memeriksa reliabilitas instrumen final.

Berapa jumlah item yang boleh gugur?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua penelitian. Peneliti perlu memastikan setiap indikator tetap memiliki representasi yang memadai.

Penutup

Menemukan butir soal gugur merupakan bagian yang wajar dalam proses pengujian instrumen penelitian. Hasil tersebut tidak otomatis berarti instrumen atau penelitianmu gagal.

Sebaliknya, gunakan hasil uji validitas sebagai bahan evaluasi.

Pertama, periksa hasil analisis. Selanjutnya, periksa isi item, kisi-kisi, indikator, dan proses coding. Setelah itu, tentukan apakah item perlu direvisi atau dihapus.

Jika kamu merevisi item, lakukan pengujian kembali sesuai prosedur penelitian. Kemudian, periksa reliabilitas instrumen setelah mendapatkan komposisi item final.

Dengan langkah tersebut, kamu dapat mengambil keputusan secara lebih sistematis dan tidak sekadar menghapus item untuk mengejar hasil statistik.

Artikel Terkait:

Cara Membuat Kisi-Kisi Instrumen Penelitian (+ Contoh Tabel & Poin Penting)

Perbedaan Validasi Ahli dan Uji Statistik Validitas (+Contoh)

Berapa Jumlah Ahli Expert Judgement dalam Penelitian?

Expert Judgement Dalam Penelitian: Panduan, Tahapan, & Contoh

Jasa Expert Judgement Skala Penelitian Psikologi Terpercaya

Categories

Konseling Jadi Mudah dan Aman

Hubungi Kami
Cart

No products in the cart.

Search
Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare