Perbedaan Expert Judgement Skala, Wawancara, dan Observasi
Dalam penelitian psikologi dan sosial, peneliti tidak hanya menyusun instrumen, tetapi juga harus memastikan validitasnya sejak awal. Oleh karena itu, peneliti sering menggunakan expert judgement sebagai langkah penting dalam validasi isi. Namun demikian, hingga saat ini masih banyak mahasiswa dan peneliti yang menyamakan expert judgement skala, wawancara, dan observasi, padahal ketiganya memiliki fokus dan prosedur yang berbeda.
Akibatnya, kesalahan pemilihan jenis expert judgement sering memicu revisi berulang dan memperlambat proses penelitian. Oleh sebab itu, artikel ini akan membahas perbedaan expert judgement skala, wawancara, dan observasisecara jelas dan praktis.
Apa Itu Expert Judgement?
Secara umum, expert judgement merupakan proses penilaian langsung oleh ahli terhadap instrumen penelitian. Melalui proses ini, ahli menilai kesesuaian konstruk, indikator, bahasa, dan konteks penggunaan instrumen.
Dengan demikian, expert judgement membantu peneliti mengidentifikasi kelemahan instrumen sejak awal, sebelum instrumen diuji secara statistik atau digunakan di lapangan.
Expert Judgement Skala Psikologi
Fokus Penilaian Expert Judgement Skala
Expert judgement skala psikologi menilai aitem pernyataan tertulis yang bertujuan mengukur konstruk psikologis tertentu. Oleh karena itu, ahli akan langsung memeriksa apakah setiap aitem benar-benar merepresentasikan indikator konstruk.
Aspek yang Dinilai dalam Expert Judgement Skala
Dalam proses expert judgement skala, ahli biasanya:
- Menilai kesesuaian aitem dengan definisi operasional
- Mengevaluasi kejelasan redaksi dan struktur kalimat
- Mengidentifikasi potensi bias atau makna ganda
- Menyesuaikan bahasa dengan karakteristik responden
Dengan kata lain, expert judgement skala berfokus pada validitas isi dan kejelasan bahasa.
Contoh Penggunaan
Peneliti umumnya menggunakan expert judgement skala untuk:
- Skala depresi, kecemasan, dan stres
- Skala perceived employability
- Skala motivasi, grit, atau resiliensi
Expert Judgement Panduan Wawancara
Fokus Penilaian Expert Judgement Wawancara
Berbeda dari skala, expert judgement panduan wawancara menilai pertanyaan terbuka yang digunakan untuk menggali pengalaman subjektif responden. Oleh sebab itu, ahli akan menilai alur, kedalaman, dan kejelasan pertanyaan.
Aspek yang Dinilai dalam Expert Judgement Wawancara
Dalam praktiknya, expert judgement wawancara membantu peneliti untuk:
- Menyusun pertanyaan yang relevan dengan tujuan penelitian
- Menghindari pertanyaan yang menggiring jawaban
- Menyusun urutan pertanyaan yang logis
- Menyesuaikan bahasa dengan latar belakang subjek
Dengan demikian, expert judgement wawancara meningkatkan kualitas data kualitatif secara signifikan.
Contoh Penggunaan
Biasanya, peneliti menggunakan metode ini pada:
- Penelitian fenomenologis
- Studi kasus
- Wawancara klinis atau pendidikan
Expert Judgement Panduan Observasi
Fokus Penilaian Expert Judgement Observasi
Sementara itu, expert judgement panduan observasi menilai indikator perilaku yang diamati secara langsung. Oleh karena itu, ahli akan memastikan bahwa setiap indikator jelas, terukur, dan dapat diamati secara konsisten.
Aspek yang Dinilai dalam Expert Judgement Observasi
Dalam proses ini, ahli akan:
- Menilai kejelasan definisi perilaku
- Mengevaluasi kesesuaian indikator dengan konstruk
- Mengurangi potensi subjektivitas observer
- Memastikan format observasi mudah digunakan
Akibatnya, panduan observasi menjadi lebih objektif dan sistematis.
Contoh Penggunaan
Expert judgement observasi sering digunakan untuk:
- Observasi perilaku anak
- Observasi proses pembelajaran
- Observasi interaksi sosial atau kinerja
Baca Juga: Jasa Expert Judgement Skala Penelitian Psikologi Terpercaya
Perbandingan Expert Judgement Skala, Wawancara, dan Observasi
| Aspek | Skala Psikologi | Wawancara | Observasi |
|---|---|---|---|
| Bentuk Instrumen | Pernyataan tertulis | Pertanyaan terbuka | Indikator perilaku |
| Jenis Data | Kuantitatif | Kualitatif | Kualitatif/Kuantitatif |
| Fokus Penilaian | Validitas isi | Kedalaman pertanyaan | Kejelasan perilaku |
| Risiko Utama | Ambiguitas aitem | Pertanyaan menggiring | Subjektivitas observer |
| Hasil Akhir | Skala siap uji | Panduan wawancara | Panduan observasi |
Dengan tabel ini, perbedaan antar jenis expert judgement terlihat lebih konkret dan mudah dipahami.
Kesalahan Umum dalam Expert Judgement
Sayangnya, peneliti sering:
- Menggunakan expert judgement skala untuk panduan observasi
- Menyamakan wawancara dengan kuesioner tertutup
- Tidak menjelaskan konteks penelitian kepada ahli
- Mengabaikan dokumentasi hasil penilaian
Akibatnya, instrumen menjadi kurang kuat secara metodologis.
Baca Juga: Rater Profesional untuk Skala, Modul, dan Panduan Observasi
Kapan Harus Menggunakan Setiap Jenis Expert Judgement?
Sebagai panduan praktis:
- Gunakan expert judgement skala jika instrumen berbentuk pernyataan dengan skoring
- Gunakan expert judgement wawancara jika penelitian menuntut data naratif
- Gunakan expert judgement observasi jika penelitian mengandalkan perilaku nyata
Dengan memilih metode yang tepat, peneliti meningkatkan kualitas penelitian secara signifikan.
Singkatnya, expert judgement skala, wawancara, dan observasi memiliki perbedaan mendasar. Oleh karena itu, peneliti perlu memahami karakter setiap metode agar validasi instrumen berjalan efektif dan efisien.
Butuh Layanan Expert Judgement Skala, Wawancara, atau Observasi?
Sanara menyediakan layanan expert judgement online yang sistematis dan sesuai standar akademik.
📞 WhatsApp: 0881-0818-50808
📧 Email: halo@sanara.id




