Berapa Kali Expert Judgement Ideal Dilakukan?

expert judgement instrumen observasi
06 Jan

Berapa Kali Expert Judgement Ideal Dilakukan?

Banyak mahasiswa bertanya, berapa kali expert judgement ideal dilakukan dalam penelitian? Pertanyaan ini wajar karena proses expert judgement sering dianggap memakan waktu dan tenaga. Namun, jumlah pelaksanaan expert judgement sangat bergantung pada kualitas instrumen dan tujuan penelitian.

Secara umum, expert judgement tidak dilakukan sekali saja secara kaku. Peneliti perlu memahami fungsi expert judgement agar dapat menentukan frekuensi yang tepat dan efektif.

Apa Tujuan Expert Judgement dalam Penelitian?

Expert judgement bertujuan memastikan bahwa instrumen penelitian sudah layak secara konseptual sebelum digunakan untuk pengambilan data. Melalui penilaian ahli, peneliti dapat mengevaluasi:

  • Kesesuaian aitem dengan konstruk dan indikator
  • Kejelasan bahasa dan redaksi aitem
  • Kelayakan instrumen untuk responden sasaran
  • Potensi bias atau kesalahan konsep

Oleh karena itu, expert judgement berfungsi sebagai kontrol kualitas instrumen sejak tahap awal.

Apakah Expert Judgement Cukup Dilakukan Sekali?

Pada praktiknya, expert judgement jarang ideal jika hanya dilakukan sekali. Meskipun demikian, jumlah pelaksanaannya tidak harus banyak. Yang terpenting adalah kualitas hasil revisi, bukan sekadar jumlah tahapannya.

Jika peneliti hanya melakukan satu kali expert judgement tanpa revisi yang memadai, instrumen tetap berisiko memiliki kelemahan substansi.

Berapa Kali Expert Judgement Ideal Dilakukan?

Secara metodologis, expert judgement ideal dilakukan minimal dua kali, dengan penjelasan sebagai berikut.

1. Expert Judgement Tahap Pertama

Tahap pertama bertujuan menilai kelayakan awal instrumen. Pada tahap ini, ahli biasanya memberikan banyak catatan terkait:

  • Kesesuaian indikator
  • Redaksi aitem
  • Struktur kisi-kisi instrumen
  • Ketepatan konstruk yang diukur

Setelah itu, peneliti perlu melakukan revisi menyeluruh berdasarkan saran ahli.

2. Expert Judgement Tahap Kedua

Tahap kedua berfungsi untuk mengecek kembali hasil revisi. Pada tahap ini, ahli menilai apakah peneliti sudah:

  • Memperbaiki aitem sesuai masukan
  • Menyesuaikan indikator dengan konstruk
  • Menghilangkan aitem yang tidak relevan

Jika hasil penilaian menunjukkan instrumen sudah layak, peneliti dapat melanjutkan ke uji statistik.

Apakah Expert Judgement Bisa Dilakukan Lebih dari Dua Kali?

Dalam kondisi tertentu, expert judgement dapat dilakukan lebih dari dua kali. Misalnya, ketika:

  • Instrumen disusun dari nol dan sangat kompleks
  • Revisi tahap kedua masih menunjukkan masalah mendasar
  • Penelitian menuntut tingkat ketelitian tinggi

Namun, peneliti sebaiknya tetap menjaga efisiensi agar proses penelitian tidak terlalu panjang.

Baca Juga: Jasa Expert Judgement Skala Penelitian Psikologi Terpercaya

Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Expert Judgement

Jumlah expert judgement yang ideal tidak bersifat mutlak. Beberapa faktor berikut sangat memengaruhinya:

1. Kualitas Awal Instrumen

Semakin baik instrumen awal, semakin sedikit tahap expert judgement yang dibutuhkan.

2. Kompleksitas Konstruk

Konstruk yang abstrak atau multidimensi biasanya memerlukan lebih dari satu kali penilaian ahli.

3. Tingkat Penelitian

Penelitian skripsi, tesis, dan disertasi memiliki standar ketelitian yang berbeda, sehingga frekuensi expert judgement dapat bervariasi.

4. Kebijakan Dosen atau Institusi

Beberapa dosen pembimbing secara eksplisit meminta lebih dari satu kali expert judgement.

Baca Juga: Expert Judgement Skala Penelitian Murah

Hubungan Expert Judgement dan Uji Statistik

Expert judgement dan uji statistik saling melengkapi. Peneliti sebaiknya melakukan expert judgement terlebih dahulu, kemudian melanjutkan ke uji statistik setelah instrumen dinyatakan layak.

Jika peneliti melakukan uji statistik sebelum expert judgement selesai, hasil analisis berisiko tidak dapat digunakan secara akademik.

Kesalahan Umum dalam Menentukan Jumlah Expert Judgement

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa antara lain:

  • Menganggap satu kali expert judgement sudah cukup
  • Tidak merevisi instrumen secara serius
  • Mengabaikan catatan ahli
  • Melakukan expert judgement hanya untuk formalitas

Kesalahan ini dapat berdampak pada penolakan instrumen saat seminar atau ujian akhir.

Baca Juga: Jasa Expert Judgement Modul Pelatihan atau Penelitian Psikolog

Kapan Peneliti Bisa Melanjutkan ke Uji Statistik?

Peneliti dapat melanjutkan ke uji statistik ketika:

  • Instrumen sudah dinyatakan layak oleh ahli
  • Revisi telah dilakukan secara menyeluruh
  • Tidak ada catatan substansi yang signifikan

Pada tahap ini, uji statistik menjadi lebih bermakna dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jasa Expert Judgement Instrumen Penelitian

Bagi mahasiswa yang ingin proses lebih terstruktur, jasa expert judgement instrumen penelitian dapat membantu menentukan jumlah dan tahapan expert judgement yang tepat. Layanan ini membantu peneliti memperoleh penilaian ahli secara sistematis serta saran revisi yang jelas.

👉 Jumlah expert judgement yang ideal bukan ditentukan oleh angka tertentu, tetapi oleh kualitas instrumen dan kesiapan peneliti sebelum uji statistik.

Categories

Konseling Jadi Mudah dan Aman

Hubungi Kami
Cart

No products in the cart.

Search
Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare