Apa yang Dinilai dalam Expert Judgement Instrumen Penelitian?
Apa yang dinilai dalam expert judgement instrumen penelitian sering menjadi pertanyaan mahasiswa ketika dosen pembimbing meminta validasi ahli. Banyak mahasiswa sudah menyusun instrumen dengan rapi. Namun, mereka tetap menerima banyak revisi karena belum memahami aspek yang benar-benar dinilai oleh expert.
Oleh karena itu, artikel ini membahas secara lengkap, sistematis, dan aplikatif komponen penilaian dalam expert judgement instrumen penelitian. Dengan memahami pembahasan ini, kamu dapat menyiapkan instrumen secara lebih tepat dan mengurangi revisi berulang.
Aspek Penilaian dalam Validasi Instrumen oleh Expert
Secara umum, expert menilai beberapa aspek utama berikut ketika melakukan validasi instrumen penelitian.
1. Kesesuaian Konseptual dengan Konstruk
Pertama, expert menilai apakah setiap item benar-benar merepresentasikan konstruk yang diteliti. Dalam tahap ini, expert mencermati kesesuaian item dengan definisi operasional dan indikator teoritis.
Secara lebih rinci, expert akan menilai:
- kesesuaian item dengan definisi operasional konstruk,
- ketepatan indikator berdasarkan teori yang digunakan, serta
- konsistensi item dengan fokus konstruk penelitian.
Jika item terlihat relevan secara umum tetapi tidak spesifik mengukur konstruk, expert biasanya memberikan catatan revisi.
2. Kejelasan Redaksi dan Struktur Kalimat
Selain isi, expert juga memperhatikan aspek bahasa. Oleh sebab itu, kejelasan redaksi item menjadi fokus penting dalam expert judgement.
Dalam praktiknya, expert menilai:
- kejelasan makna kalimat,
- struktur kalimat yang efektif dan tidak ambigu, serta
- penggunaan istilah yang sesuai dengan karakteristik responden.
Sebaliknya, expert sering menemukan kesalahan berupa kalimat terlalu panjang, istilah teknis yang tidak dijelaskan, atau satu item yang memuat dua makna sekaligus.
Baca Juga: Layanan Expert Judgement Skala Penelitian di Banjarmasin
3. Kesesuaian Item dengan Indikator dan Kisi-Kisi
Selanjutnya, expert mencocokkan item dengan kisi-kisi instrumen. Pada tahap ini, expert memastikan setiap indikator memiliki representasi item yang memadai.
Beberapa hal yang dinilai meliputi:
- keterwakilan setiap indikator oleh item,
- keseimbangan jumlah item pada tiap indikator, dan
- konsistensi antara kisi-kisi dan instrumen.
Tanpa kisi-kisi yang jelas, expert hampir selalu memberikan catatan perbaikan.
4. Relevansi Item dengan Karakteristik Responden
Selain kesesuaian teoritis, expert juga mempertimbangkan konteks responden. Oleh karena itu, expert menilai apakah responden dapat memahami dan menjawab item dengan baik.
Sebagai contoh, item untuk siswa sekolah tentu berbeda dengan item untuk mahasiswa atau pasangan menikah. Jika item tidak sesuai dengan konteks responden, maka item tersebut berisiko menghasilkan data yang bias.
5. Keseimbangan Arah dan Jenis Item
Pada instrumen skala psikologi, expert sering menilai keseimbangan item favorable dan unfavorable. Dengan keseimbangan yang tepat, instrumen dapat meminimalkan bias jawaban responden.
Selain itu, expert juga memastikan arah pengukuran jelas dan redaksi item unfavorable tidak membingungkan responden.
Baca Juga: Profesional Judgement Modul Penelitian oleh Psikolog
6. Kelayakan Metodologis Instrumen
Terakhir, expert menilai kelayakan metodologis instrumen secara keseluruhan. Pada tahap ini, expert mengevaluasi kesesuaian skala pengukuran, kejelasan petunjuk pengisian, serta kecocokan format instrumen dengan desain penelitian.
Jika aspek metodologis tidak tepat, maka analisis data pada tahap selanjutnya berpotensi bermasalah.
Bentuk Penilaian dalam Expert Judgement
Dalam praktiknya, expert memberikan penilaian dalam beberapa bentuk. Pertama, expert dapat memberikan skor kuantitatif, misalnya menggunakan skala 1–4 atau 1–5. Kedua, expert menyertakan catatan kualitatif berupa saran perbaikan. Ketiga, expert memberikan rekomendasi akhir, seperti diterima, direvisi, atau ditolak.
Catatan dari expert inilah yang kemudian menjadi dasar revisi instrumen.
Kesalahan Umum Mahasiswa dalam Expert Judgement
Masih banyak mahasiswa yang melakukan kesalahan saat menyiapkan expert judgement. Misalnya, mahasiswa tidak menyertakan definisi operasional, menyusun kisi-kisi yang tidak sinkron dengan item, atau mengajukan instrumen yang belum siap dinilai.
Akibatnya, mahasiswa sering bingung ketika menerima banyak catatan revisi dari expert.
Baca Juga: Jasa Expert Judgement Modul Pelatihan atau Penelitian Psikolog
Singkatnya, apa yang dinilai dalam expert judgement instrumen penelitian mencakup kesesuaian konsep, kejelasan bahasa, kecocokan dengan indikator, relevansi responden, serta kelayakan metodologis instrumen.
Dengan memahami aspek-aspek tersebut sejak awal, mahasiswa dapat menyusun instrumen yang lebih siap dinilai dan meminimalkan revisi.
Apabila kamu ingin memastikan instrumen penelitian dinilai secara objektif, sistematis, dan sesuai standar akademik, layanan expert judgement instrumen penelitian Sanara dapat membantu proses validasi dengan catatan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.




